Normalkah Kemampuan Membaca Anak Balita Anda ?

Normalkah Kemampuan Membaca Anak Balita Anda

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor. Sebagian besar kegiatan membaca sebagian besar dilakukan dari kertas. Batu atau kapur di sebuah papan tulis bisa juga dibaca. Tampilan komputer dapat pula dibaca. Membaca dapat menjadi sesuatu yang dilakukan sendiri maupun dibaca keras-keras. Hal ini dapat menguntungkan pendengar lain, yang juga bisa membangun konsentrasi kita sendiri.

Tahapan Perkembangan Membaca Sesuai Usia

Taman kanak-Kanak

  • Tahu bagaimana sebuah buku karya (misalnya, baca dari kiri ke kanan dan atas ke bawah)
  • Memahami bahwa kata-kata yang diucapkan terdiri dari suara
  • Mengidentifikasi kata-kata yang sajak (misalnya, kucing dan topi)
  • Bandingkan dan mencocokkan kata-kata berdasarkan suara mereka
  • Memahami bahwa surat mewakili suara bicara orang lain dan mencocokkan suara untuk bahasa tulis
  • Mengidentifikasi huruf besar dan huruf kecil-
  • Kenali beberapa kata dengan melihat
  • “Baca” a beberapa buku bergambar dari memori
  • Meniru membaca dengan berbicara tentang gambar dalam buku

Kelas Satu

  • Membuat kata-kata berima
  • Identifikasi semua suara dalam kata-kata singkat
  • Mengartikulasikan suara yang terpisah untuk membentuk kata-kata
  • Mencocokkan kata yang diucapkan dengan huruf cetak
  • Tahu bagaimana sebuah buku karya (misalnya, baca dari kiri ke kanan dan atas ke bawah)
  • Mengidentifikasi huruf, kata, dan kalimat
  • Menyurakan kata-kata ketika membaca
  • Memiliki kosakata melihat 100 kata-kata umum
  • Membaca materi buku di depan kelas dengan lancar
  • Memahami apa yang dibaca

Kelas Dua

  • Sepenuhnya menguasai phonics / suara kesadaran
  • Berbicara berkaitan dengan suku kata, kata, dan frase dengan bentuk tertulis
  • Mengenali banyak kata karena melihat
  • Menggunakan petunjuk makna ketika membaca (misalnya, gambar, judul / judul, informasi dalam cerita)
  • Membaca dan mengoreksi diri bila diperlukan
  • Mencari informasi untuk menjawab pertanyaan
  • Menjelaskan elemen kunci dari sebuah cerita (misalnya, ide utama, karakter utama, plot)
  • Menggunakan pengalaman sendiri untuk memprediksi dan membenarkan apa yang akan terjadi di kelas-tingkat cerita
  • Membaca, parafrase / menceritakan kembali cerita secara berurutan
  • Membaca tingkat level cerita, puisi, atau teks yang dramatis secara pelan atau keras dengan kefasihan
  • Membaca spontan
  • Mengidentifikasi dan menggunakan pola ejaan dalam kata-kata saat reading

Kelas Tiga

  • Menunjukkan penguasaan penuh phonics dasar
  • Mengunakan keterampilan analisis kata ketika membaca
  • Menggunakan petunjuk dari konten bahasa dan struktur untuk membantu memahami apa yang dibaca
  • Memprediksi dan membenarkan apa yang akan terjadi selanjutnya dalam cerita dan membandingkan dan kontras cerita
  • Menanyakan dan menjawab pertanyaan mengenai bahan bacaan
  • Menggunakan informasi yang diperoleh untuk belajar tentang topik baru
  • Membaca grade level buku lancar (fiksi dan nonfiksi)
  • Membaca kembali dan memperbaiki kesalahan bila diperlukan
    Pembangunan Keempat kelas
  • Membaca untuk tujuan tertentu
  • Membaca buku buku sesuai tingkatan kelas dengan lancar
  • Menggunakan informasi yang dipelajari sebelumnya untuk memahami materi baru
  • Mengkuti petunjuk tertulis
  • Dapat membuat catatan singkat
  • Dapat menghubungkan Informasi belajar untuk mata pelajaran yang berbeda
  • Mempelajari arti dari kata-kata baru melalui pengetahuan tentang asal-usul kata, sinonim, dan beberapa arti
  • Menggunakan bahan referensi (misalnya, kamus)
  • Menjelaskan tujuan penulis dan gaya penulisan
  • Membaca dan memahami berbagai jenis sastra, termasuk fiksi, nonfiksi, fiksi sejarah, dan puisi
  • Membandingkan dan kontras di daerah konten
  • Membuatlah kesimpulan dari teks
  • Memahami isi Paraphrase termasuk gagasan utama dan rincian

Kelas Lima

  • Membaca buku sesuai tingkatan kelas dengan lancar
  • Pelajari arti dari kata-kata asing melalui pengetahuan tentang akar kata, prefiks, dan sufiks
  • Memprioritaskan informasi sesuai dengan tujuan membaca
  • Baca berbagai buku berbentuk sastra
  • Menjelaskan pengembangan karakter dan plot
  • Menjelaskan karakteristik puisi
  • Mengnalisa penulis bahasa dan gaya
  • Menggunakan bahan referensi untuk mendukung pendapat

Tahapan Perkembangan Normal Kemampuan Membaca Pada Anak

Tahapan Perkembangan Normal Kemampuan Membaca Pada Anak menurut Temple, Nathan, Burns; Cly: Ferreiro dan Teberosky dalam Brewer (1992)

  • Scribble stage. Tahap ini ditandai dengan mulainya anak menggunakan alat tulis untuk membuat coretan. Sebelum ia belajar untuk membuat bentuk, huruf yang dapat dikenali.
  • Linear repetitive stage. Pada tahap ini, anak menemukan bahwa tulisan biasanya berarah horisontal, dan huruf-huruf tersusun berupa barisan pada halaman kertas. Anak juga telah mengetahui bahwa kata yang panjang akan ditulis dalam barisan huruf yang lebih panjang dibandingkan dengan kata yang pendek.
  • Random letter stage. Pada tahap ini, anak belajar mengenai bentuk coretan yang dapat diterima sebagai huruf dan dapat menuliskan huruf-huruf tersebut dalam urutan acak dengan maksud menulis kata tertentu.
  • Letter name writing, phonetic writing. Pada tahap ini, anak mulai memahami hubungan antara huruf dengan bunyi tertentu. Anak dapat menuliskan satu atau beberapa huruf untuk melambangkan suatu kata, seperti menuliskan huruf depan namanya saja, atau menulis “bu” dengan sebagai lambang dari “buku”.
  • Transitional spelling. Pada tahap ini, anak mulai memahami cara menulis secara konvensional, yaitu menggunakan ejaan yang berlaku umum. Anak dapat menuliskan kata yang memiliki ejaan dan bunyi sama dengan benar, seperti kata “buku”, namun masih sering salah menuliskan kata yang ejaannya mengikuti cara konvensional dan tidak hanya ditentukan oleh bunyi yang terdengar, seperti hari “sabtu” tidak ditulis “saptu”, padahal kedua tulisan tersebut berbunyi sama jika dibaca.
  • Conventional spelling Pada tahap ini, anak telah menguasai cara menulis secara konvensional, yaitu menggunakan bentuk huruf dan ejaan yang berlaku umum untuk mengekspresikan berbagai ide abstrak. Pada anak usia sekolah, perkembangan menulis telah berada pada tahap terakhir, yaitu “conventional spelling”. Selain telah dapat menulis dengan huruf dan ejaan yang benar, anak pada usia kelas dua SD telah memerhatikan aspek penampilan visual mereka.

 

 

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s